Nadzjwa Pulang dengan Harapan: Perjalanan Kecil yang Sarat Makna

Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Nadzjwa harus menghadapi ujian berat dalam hidupnya. Gadis kecil asal Desa Sigenti Barat, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong ini telah berjuang melawan kanker leukemia selama tujuh bulan terakhir.

Sejak dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Nadzjwa menjalani perawatan intensif didampingi kedua orang tuanya. Namun, di balik perjuangan medis yang panjang, ada kisah lain yang tak kalah menguras hati, kisah tentang keterbatasan.

Berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah yang bekerja sebagai petani, kebutuhan selama di Makassar menjadi tantangan tersendiri. Selama menjalani pengobatan, mereka hanya bisa tinggal di rumah singgah milik salah satu yayasan sosial. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka seringkali bergantung pada bantuan sesama penghuni.

Hingga akhirnya, kondisi ekonomi memaksa mereka mengambil keputusan berat: pulang ke kampung halaman. Bukan karena Nadzjwa telah sembuh, melainkan karena mereka tak lagi memiliki biaya untuk bertahan di Makassar—bahkan untuk ongkos pulang sekalipun.

Padahal, dalam kondisi sakitnya, Nadzjwa tetap membutuhkan kontrol rutin setidaknya sebulan sekali.

Kabar ini pun sampai ke LAZNAS WIZ Cabang Parigi. Tanpa menunggu lama, bantuan segera disalurkan. Melalui fasilitator program WIZ Pusat di Makassar, Mohamad Dwi Aprinandi, bantuan berupa tiket kepulangan dan uang saku diserahkan langsung kepada Nadzjwa dan keluarganya.

Pada Rabu (1/4), Nandi tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga turut mengantarkan mereka hingga ke terminal bus—memastikan perjalanan pulang itu benar-benar bisa mereka tempuh dengan tenang.

“Apa yang kami berikan ini adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga menjadi jalan kebaikan dan mengalirkan pahala bagi para donatur yang telah menitipkan amanah zakat dan sedekahnya melalui WIZ,” ungkap Nandi.

Di tengah haru yang menyelimuti, Hasriyani, ibu Nadzjwa, tak kuasa menahan rasa syukur. Ucapan terima kasih terus terucap dari lisannya, mewakili harapan yang kembali tumbuh di tengah keterbatasan.

Perjalanan pulang ini bukanlah akhir dari perjuangan Nadzjwa. Justru, ini adalah awal dari babak baru, di mana harapan tetap dijaga, meski dalam kondisi yang serba terbatas.

Bagi Nadzjwa dan keluarganya, bantuan ini bukan sekadar tiket perjalanan. Ini adalah bukti bahwa mereka tidak sendiri. Ada tangan-tangan kebaikan yang terus hadir, menguatkan langkah kecil mereka untuk tetap bertahan.

Dan bagi para donatur, di sanalah letak makna sejati berbagi, menghidupkan harapan, bahkan dari perjalanan pulang seorang anak kecil yang sedang berjuang untuk sembuh. []

Home
Donasi
Zakat
Rekening