Usia senja tidak membuat Mubin Arila berhenti berjuang. Di umur 69 tahun, lansia dhuafa yang tinggal di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong ini menjalani hidupnya seorang diri dalam kesederhanaan.
Hari-harinya diisi dengan merawat tanaman sayur di sebidang tanah yang dipinjamkan oleh seorang warga. Dengan tenaga yang sudah tidak sekuat dulu, Kakek Mubin tetap menanam, menyiram, dan merawat kebunnya dengan penuh kesabaran. Dari kebun kecil itulah ia berharap dapat menyambung hidup.
Setiap hasil panen yang didapat kemudian ia jual seadanya. Uangnya digunakan untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari. Meski hasilnya tidak seberapa, Kakek Mubin tetap bersyukur dengan apa yang ia miliki.
Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian pun hadir menghampiri.
Mahyudin, relawan LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Cabang Parigi yang juga merupakan dai Wahdah Islamiyah Parigi Moutong, datang mengunjungi Kakek Mubin. Dalam kunjungan tersebut, Mahyudin menyerahkan bantuan paket sembako yang merupakan amanah zakat dan sedekah dari para donatur WIZ.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan hidup Kakek Mubin.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan beliau. Terima kasih kepada para donatur yang telah berbagi melalui WIZ. InsyaAllah setiap kebaikan yang diberikan akan menjadi amal jariyah,” ungkap Mahyudin.
Bagi Kakek Mubin, bantuan ini bukan sekadar sembako. Kehadiran orang yang peduli di tengah kesendiriannya menjadi penguat bahwa masih banyak tangan-tangan kebaikan yang siap membantu.
Dengan mata yang berbinar penuh syukur, ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Kisah Kakek Mubin adalah potret kecil dari perjuangan hidup yang penuh kesabaran. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para donatur, harapan-harapan kecil seperti milik Kakek Mubin dapat terus tumbuh.
Karena bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan, sekecil apa pun bantuan yang datang, bisa menjadi harapan besar untuk melanjutkan kehidupan.[]
