WIZ.or.id, Parigi Moutong — Di usia senjanya, Jengki (57), warga Dusun 2, Desa Mepanga, Kecamatan Mepanga, harus memikul beban hidup yang berat. Setiap hari, ia menyusuri kebun milik orang lain, mencari kelapa jatuh yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak ada ladang sendiri, tak ada penghasilan tetap, hanya sisa-sisa alam yang bisa ia andalkan.
Suaminya, yang dulunya menjadi tumpuan hidup keluarga, kini hanya bisa terbaring lemah karena sakit yang tak kunjung sembuh. Dalam kesendirian dan kesederhanaannya, Ibu Jengki tetap bertahan dengan keteguhan hati seorang ibu.
Sabtu (3/5/2025) lalu, senyum haru mengembang di wajah keriputnya. Jaya Kusuma Wardana, Koordinator Program Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Parigi, datang membawa secercah harapan, sebuah paket sembako dari program Berkah Peduli, hasil titipan dari para donatur yang peduli.
“Alhamdulillaah, terima kasih…, semoga berkah rezekinya,” ucap Ibu Jengki. Di balik beban hidup yang menjerat, bantuan kecil ini terasa begitu berarti. Ia tak menyangka masih ada yang mengulurkan tangan, saat ia merasa dunia hampir menutup pintunya.
Jaya menyampaikan, program ini adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian WIZ kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Kami hanya perantara. Bantuan ini adalah amanah dari para donatur, yang ingin hadir di tengah-tengah mereka yang sedang diuji,” ujarnya.
Di tengah terpaan hidup, kehadiran bantuan ini bukan sekadar materi. Ia menjadi pengingat, bahwa kemanusiaan masih hidup, dan harapan belum sepenuhnya padam. []
